Sabtu, 24 Maret 2018

Cara Mudah Memahami Feminisme dan Islam



Diskusi Komunitas Sahabat Remaja Putri Part 2
 

Pengantar
Feminis adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk mendukung kesetaraan peran laki-laki dan perempuan. Dimana melihat hubungan antara kaum laki-laki dan perempuan sebagai hubungan saling ketergantungan sehingga saling membutuhkan, bukan kompetisi yang menyebabkan perempuan selalu berada di posisi kedua setelah laki-laki. Gerakan feminis ini lahir berdasarkan pengalaman sejarah masyarakat Eropa yang memandang perempuan sebagai makhluk lemah dan sumber dosa.

Sejarah
Pengalaman masyarakat Eropa pada abad pertengahan begitu mengerikan. Selain ilmu pengetahuan tidak dapat berkembang bebas, di abad pertengahan, eksistensi perempuan begitu lemah dan selalu menempati posisi kedua setelah laki-laki.


  1. Perempuan dianggap sebagai makhluk inferior (rendah diri)
  2. Mereka diperlakukan sebagai anak-kecil dewasa yang mudah digoda dan tidak rasional (logis)
  3. Perempuan dianggap sebagai sumber dosa, pun dosa yang dilakukan laki-laki disebabkan karena ulah perempuan
  4. Bahkan  pernah ada perdebatan di zaman itu, apakah perempuan termasuk manusia atau bukan.

Karena berbagai permasalahan perempuan itulah, gerakan feminisme, yang bertujuan untuk mensejajarkan posisi laki-laki dan perempuan menjadi sangat penting bagi masyarakat Eropa. Agar perempuan terangkat martabat dan harga dirinya. Setelah zaman renaisance (pencerahan), gerakan feminisme mulai berkembang. 

Sampai saat ini gerakan feminisme terus berkembang, celakanya kaum feminis ekstrim tidak lagi menganggap eksistensi laki-laki, sehingga mereka lebih memilih sesama perempuan untuk berbagai hal, misalnya seperti memilih perempuan sebagai teman dalam berumah tangga. Pemahaman ini juga yang menjadi awal perkembangan gerakan LGBT. 

Bagaimana dengan peradaban Islam? Apakah dalam Islam perempuan juga wajib disejajarkan posisinya dengan laki-laki?

Sejak kedatangan Islam, perempuan selalu dimuliakan dan perempuan tidak pernah dianggap lebih rendah dari laki-laki. Rasulullah tidak pernah memperlakukan perempuan dengan kasar dan semena-mena. Bahkan beliau mengajarkan untuk memuliakan ibu terlebih dahulu sebelum ayah.

Diutusnya nabi dari kalangan laki-laki, apakah karena perempuan dianggap lemah dan berada di posisi kedua setelah laki-laki? Tentu tidak. Memaknai kemuliaan perempuan tidak semata-mata dari fenomena kenabian. Allah swt melihat hambanya dari iman dan takwanya, artinya dari peran masing-masing yang diemban di dunia. Perempuan bisa lebih bertakwa dibanding laki-laki, begitupun sebaliknya, tergantung pada amalan yang diperbuat selama hidup di dunia.

Sesuai dengan firman Allah swt dalam surat Al Hujurat ayat 13 dikatakan “..sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu...”. Sehingga yang paling mulia adalah orang yang bertaqwa, bukan hanya karena dia laki-laki atau perempuan.

Adanya firman Allah swt dalam surat A-Nisa ayat 34 yang berbunyi “Arrijaalu qowwmuuna ‘alannisaa”, laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, tidak berarti bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin. Selama masih ada laki-laki yang kompenten memegang tanggung jawab sebagai pemimpin tentu laki-laki diutamakan. Namun, bukan semata-mata karena mereka lebih mulia.

Kita tidak dapat meniadakan perbedaan fisik dan biologis laki-laki dan perempuan. Keduanya diciptakan berbeda, kita tidak dapat menampik hal tersebut. 

Oleh karena itu peran dan prilaku kedua makhluk ini juga berbeda. 



Kaum feminis menuntut persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dimana peran mereka di masyarakat tidak boleh dibedakan. Inilah yang disebut degan gender. Gender adalah peran dan tingkah laku yang tampak dari laki-laki atau perempuan. Kaum feminisme memperjuangkan gender agar peran laki-laki dan perempuan sama sehigga posisi mereka setara.

Sedangkan, Islam mengedepankan kodrat laki-laki dan perempuan yang berbeda. Mereka tidak bisa serta merta  disamakan perannya. Masing-masing sudah punya tugasnya dan dapat beramal sesuai perannya. Hanya jika ada kasus khusus saja perempuan dapat menggantikan peran laki-laki, dan begitu juga sebaliknya.

Wallahu a’lam bishawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OPPO F5, Camera Selfie For Travelers (OPPO Selfie Tour with F5)

OPPO F5 Camera Selfie For Travelers Hallo sobat! Cerita tetang HP emang gak ada habisnya. Selalu saja ada teknologi baru yang di...