Senin, 26 Maret 2018

Seksinya Lucinta Luna, Tanda Kemunduran Peradaban Bangsa?




Lucinta Luna mendadak viral, bukan karena suara atau prestasi pedangdut ini dalam dunia hiburan, tetapi karena sepak terjangnya yang membuat natizen gatal ingin berkomentar. 

Lucinta Luna adalah seorang penyayi dangdut yang bernyayi dalam grup Duo Bunga, ia dituduh sebagai transgender. Luncinta mendadak terkenal karena videonya bersama Mike Lewis beredar luas di dunia maya, belakangan diketahui Lucinta adalah transgender.

Seperti yang kita tahu bahwa transgender bukan trend yang muncul baru-baru ini. Definisi transgender adalah perempuan yang bertingkah laku layaknya laki-laki atau laki-laki yang bertingkah laku layaknya perempuan. Laki-laki yang bertingkah laku layaknya perempuan dikenal juga dengan sebutan  banci. 

Kasus Lucinta Luna dilihat sebagai kasus kedua yakni Banci. Banci atau waria (wanita pria) sudah dikenal sejak dulu. Lucinta Luna lebih sering disebut sebagai transgender dari pada banci. Saat ini penggunaan kata transgender terasa lebih halus untuk menyebut seorang banci. Setidaknya ada beberapa hal yang mengesankan perbedaan pada penggunaan kedua kata ini:


Pertama, banci, dulu dikenal sebagai laki-laki yang berdandan seperti wanita. Perawakan dan tubuhnya masih seperti laki-laki. Mereka berdandan seadanya, dengan kemampuan tangan mereka. Tidak dapat dipungkiri, banci masih bisa dikenali sebagai seorang pria.
  
Kedua, banci berbeda dengan transgender yang kita kenal saat ini. Para transgender ini sekilas tidak akan ada bedannya dengan wanita meskipun pada dasarnnya mereka seorang laki-laki. Berkat kecanggihan tekhnologi, mereka dapat melakukan operasi pada tubuh, wajah ataupun kelamin. Sehingga, baik tubuh, wajah, maupun organ vitalnya dapat berubah. Para transgender ini lebih tepat disebut sebagai transeksual (transgender yang merubah kelamninnya).

Yang membuat jagat hiburan heboh bukan hanya karena ia seorang transgender. Tetapi pengakuan Luncinta sebagai seorang wanita tulen, yang kemudian disanggah oleh teman-temannya, sampai menimbulkan konflik antar mantan sahabat itulah yang membuatnya heboh. Mungkin, jika dari awal Lucinta mengakui bahwa dirinya seorang transgender, natizen akan memaklumi dan tidak akan berkomentar begitu pedas. Natizen yang merasa dibohongi, akan kesal dan marah sehingga menyerang Luncinta Luna. 
 
Lucinta Luna
Bagaimana tidak, kecantikan transgender ini telah mampu memalingkan dunia para pria, pasti mereka sangat kesal setelah mengetahui bahwa Luncinta Luna adalah seorang laki-laki. Wkwkwkwk.


Transgender seperti fenomena alamiah yang bisa dipahami. Bahkan seseorang yang mengaku dirinya perempuan yang terjebak pada tubuh laki-laki ataupun sebaliknya dan memutuskan bergaya yang tidak sesuai dengan kelaminnya, wajar bila didukung untuk memberikannya hak untuk memilih.

Banyak negara memberi pengakuan terhadap transgender. Di Asia yang paling terkenal adalah Thailand. Terdapat kontes kecantikan waria di sana, ada juga karnaval waria yang tiket masuknya begitu mahal, dan banyak rumah sakit untuk operasi pelastik para transeksual. 

kompetisi ratu kecantikan transgender
Bagi kaum yang tidak memiliki pegangan agama yang kuat, melihat keseksian para transgender merupakan bagian dari kemajuan tekhnologi. Bagaimana tidak saat ini, tekhnologi pada mesin-mesin operasi sudah sangat canggih, make up juga sudah begitu bagus, dan tekhnologi photograpy juga sudah sangat maksimal. Sehingga, laki-laki tulen pun dapat dirubah menjadi wanita seksi. 

Namun sebaliknya, bagi kaum yang memegang nilai-nilai agama menilai kasus Lucinta Luna sebagai sebuah kemunduran peradaban bangsa Indonesia. 

Peradaban berasal dari kata adab yang artinya kesopanan atau budi pekeri. Peradaban diartikan sebagai kemajuan dalam hal kecerdasan dan kebudayaan. Kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebiasaan atau adat istiadat yang dihormati bangsa Indonesia itu sendiri.

Transgender bukan contoh kemajuan peradaban. Karena kemajuan peradaban harus sesuai dengan budaya bangsa. Budaya bangsa adalah adat istiadat, sedangkan adat istiadat  adalah peraturan yang diwariskan turun temurun. Transgender bukan adat istiadat yang diwariskan turun temurun. Transgender bukan budaya bangsa. Tidak ada budaya yang menjelaskan tentang transgender.

Dulu transgender masih dianggap sesuatu yang tabu, sekarang transgender bisa dipahami sebagai kebebasan HAM. Sebagai bangsa Indonesia tentu kita harus paham bahwa HAM bangsa kita dibatasi oleh Pancasila, yang setiap silanya saling berkaitan. 

Bangsa kita terlahir dari budaya beragama yang diwariskan turun temurun melalui pengamalan Pancasila. Bukan pancasilais jika melanggar budaya beragama. Agama kristen hanya mengenal jenis laki-laki dan perempuan, begitupun agama-agama yang lainnya. Kecuali suatu kondis yang membuat organ vitalnya tidak berkembang secara maksimal sehingga dokter meminta seseorang memilih kodratnya. Di dalam Islam mereka adalah mukhannits yang tidak disengaja. 

Transgender bukan budaya bangsa yang boleh diwariskan. Ia tidak sesuai dengan norma agama yang menjadi pondasi negara kita. Transgender bukan kemajuan peradaban, ia adalah sebuah penyimpangan yang harus kita benarkan.

Sabtu, 24 Maret 2018

Cara Mudah Memahami Feminisme dan Islam



Diskusi Komunitas Sahabat Remaja Putri Part 2
 

Pengantar
Feminis adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk mendukung kesetaraan peran laki-laki dan perempuan. Dimana melihat hubungan antara kaum laki-laki dan perempuan sebagai hubungan saling ketergantungan sehingga saling membutuhkan, bukan kompetisi yang menyebabkan perempuan selalu berada di posisi kedua setelah laki-laki. Gerakan feminis ini lahir berdasarkan pengalaman sejarah masyarakat Eropa yang memandang perempuan sebagai makhluk lemah dan sumber dosa.

Sejarah
Pengalaman masyarakat Eropa pada abad pertengahan begitu mengerikan. Selain ilmu pengetahuan tidak dapat berkembang bebas, di abad pertengahan, eksistensi perempuan begitu lemah dan selalu menempati posisi kedua setelah laki-laki.


  1. Perempuan dianggap sebagai makhluk inferior (rendah diri)
  2. Mereka diperlakukan sebagai anak-kecil dewasa yang mudah digoda dan tidak rasional (logis)
  3. Perempuan dianggap sebagai sumber dosa, pun dosa yang dilakukan laki-laki disebabkan karena ulah perempuan
  4. Bahkan  pernah ada perdebatan di zaman itu, apakah perempuan termasuk manusia atau bukan.

Karena berbagai permasalahan perempuan itulah, gerakan feminisme, yang bertujuan untuk mensejajarkan posisi laki-laki dan perempuan menjadi sangat penting bagi masyarakat Eropa. Agar perempuan terangkat martabat dan harga dirinya. Setelah zaman renaisance (pencerahan), gerakan feminisme mulai berkembang. 

Sampai saat ini gerakan feminisme terus berkembang, celakanya kaum feminis ekstrim tidak lagi menganggap eksistensi laki-laki, sehingga mereka lebih memilih sesama perempuan untuk berbagai hal, misalnya seperti memilih perempuan sebagai teman dalam berumah tangga. Pemahaman ini juga yang menjadi awal perkembangan gerakan LGBT. 

Bagaimana dengan peradaban Islam? Apakah dalam Islam perempuan juga wajib disejajarkan posisinya dengan laki-laki?

Sejak kedatangan Islam, perempuan selalu dimuliakan dan perempuan tidak pernah dianggap lebih rendah dari laki-laki. Rasulullah tidak pernah memperlakukan perempuan dengan kasar dan semena-mena. Bahkan beliau mengajarkan untuk memuliakan ibu terlebih dahulu sebelum ayah.

Diutusnya nabi dari kalangan laki-laki, apakah karena perempuan dianggap lemah dan berada di posisi kedua setelah laki-laki? Tentu tidak. Memaknai kemuliaan perempuan tidak semata-mata dari fenomena kenabian. Allah swt melihat hambanya dari iman dan takwanya, artinya dari peran masing-masing yang diemban di dunia. Perempuan bisa lebih bertakwa dibanding laki-laki, begitupun sebaliknya, tergantung pada amalan yang diperbuat selama hidup di dunia.

Sesuai dengan firman Allah swt dalam surat Al Hujurat ayat 13 dikatakan “..sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu...”. Sehingga yang paling mulia adalah orang yang bertaqwa, bukan hanya karena dia laki-laki atau perempuan.

Adanya firman Allah swt dalam surat A-Nisa ayat 34 yang berbunyi “Arrijaalu qowwmuuna ‘alannisaa”, laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, tidak berarti bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin. Selama masih ada laki-laki yang kompenten memegang tanggung jawab sebagai pemimpin tentu laki-laki diutamakan. Namun, bukan semata-mata karena mereka lebih mulia.

Kita tidak dapat meniadakan perbedaan fisik dan biologis laki-laki dan perempuan. Keduanya diciptakan berbeda, kita tidak dapat menampik hal tersebut. 

Oleh karena itu peran dan prilaku kedua makhluk ini juga berbeda. 



Kaum feminis menuntut persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dimana peran mereka di masyarakat tidak boleh dibedakan. Inilah yang disebut degan gender. Gender adalah peran dan tingkah laku yang tampak dari laki-laki atau perempuan. Kaum feminisme memperjuangkan gender agar peran laki-laki dan perempuan sama sehigga posisi mereka setara.

Sedangkan, Islam mengedepankan kodrat laki-laki dan perempuan yang berbeda. Mereka tidak bisa serta merta  disamakan perannya. Masing-masing sudah punya tugasnya dan dapat beramal sesuai perannya. Hanya jika ada kasus khusus saja perempuan dapat menggantikan peran laki-laki, dan begitu juga sebaliknya.

Wallahu a’lam bishawab

OPPO F5, Camera Selfie For Travelers (OPPO Selfie Tour with F5)

OPPO F5 Camera Selfie For Travelers Hallo sobat! Cerita tetang HP emang gak ada habisnya. Selalu saja ada teknologi baru yang di...