Rabu, 17 Januari 2018

Serba Serbi Dosen



Dosen adalah seorang pengajar. Dia adalah guru. Karena bukan mengajar ‘siswa’ tetapi ‘maha-siswa’ namanya bukan ‘guru’ tapi ‘dosen’. 

Dulu saat masih kecil, menjadi guru adalah cita-cita yang diinginkan sebagian besar anak-anak. Bisa dibilang, guru adalah salah satu cita-cita favorit anak-anak selain dokter. Namun, ketika sudah dewasa, profesi ini menjadi kurang diminati. Nyatanya banyak lulusan FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) yang urung menjajaki karir di dunia ke-guru-an. Beberapa lulusana non-keguruan memilih karir sebagai guru (walaupun ini tidak dibenarkan) namun, jumlahnya sangat sedikit.
Dosen adalah pilihan profesi selain guru. Ada beberapa orang yang sejak kecil bercita-cita menjadi guru, lebih memilih berkarir sebagai dosen dibandingkan guru. Berbagai alasan tentunya, mulai dari jam mengajar yang tidak terlalu padat layaknya guru, alasan mahasiswa yang dinilai lebih dewasa sehingga lebih bisa diatur dibandingkan siswa sekolah, alasan gajih, atau karena terjebak setelah lulus dari S2.
 
Sebenarnya, alasan menjadi dosen tidak boleh karena aji mumpung, keterpaksaan, atau ketidakberdayaan. Profesi dosen seperti halnya guru bukanlah profesi sembarangan. Dosen dan guru merupakan role of model bagi generasi bangsa. Profesinya harus disenangi dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.


"Dosen bukan malaikat penghibur, karena kedatangannya tidak pasti dapat menghibur mahasiswa, dosen bukan malaikat pencabut nyawa, sekali gagal ujian mahasiswa akan kehilangan rasa aman, dosen bukan malaikat tanpa sayap, ia hadir untuk mencerdaskan generasi bangsa bukan untuk menghibur, menakut-nakuti atau menghantui"


Ada seorang teman yang berprofesi sebagai dosen. Ia sering bercerita bagaimana mahasiswanya sangat susah dinasehati. Ia bahkan dipandang sebelah mata oleh mahasiswanya. Namun, ia tidak berniat pindah dan alih profesi. Kecakapan, kecerdasan serta koneksinya yang cukup luas tidak lantas membuatnya beralih profesi dan meninggalkan mahasiswanya. Ibarat baju kotor alih-alih ia tinggal dan mencari baju ganti, ia justru mencuci baju tersebut dan memakainya kembali. Ia tetap sadar bahwa ia adalah bagian dari bangsa yang ingin mencerdaskan generasi muda. Dedikasi paling tinggi dari dosen adalah ketika ia tetap bertahan untuk mengupayakan perubahan yang lebih baik.

Suatu saat nanti, saya akan sharing bagaimana pengalaman dan hasil dari keteguhan dan kebijaksanaannya selama ini.

Saya selalu terharu melihat sosok guru atau dosen yang penuh pengorbanan. Teriring doa untuk semua guru dan dosen, semoga kebaikan selalu bersama mereka. Salam hormat dan cinta...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OPPO F5, Camera Selfie For Travelers (OPPO Selfie Tour with F5)

OPPO F5 Camera Selfie For Travelers Hallo sobat! Cerita tetang HP emang gak ada habisnya. Selalu saja ada teknologi baru yang di...