Sabtu, 20 Januari 2018

Kuy Lanjut Studi!



 
Kuliah S2 sudah menjadi trend saat ini.  Apabila setelah lulus anda ingin studi lanjut, ada baiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:
 
1.       Cita-cita yang relevan
Jika anda memiliki keinginan bekerja sebagai dosen atau psikolog yang mensyaratkan lulusan S2, tentu anda wajib untuk lanjut studi ke jenjang Master. Atau jika berhubungan dengan jabatan karir, kenaikan pangkat, dsb, bolehlah anda studi lanjut. Tapi kalau tidak, coba anda berfikir ulang tentang niatan studi lanjut. Studi lanjut memang tidak masalah jika niatnya 100% untuk belajar.  

2.       Keinginan untuk belajar
Berdasarkan pengalaman, meskipun kuliah S2 lebih singkat dibanding S1, namun pelajaran dan tugasnya jauh lebih rumit. Jika anda ingin studi lanjut, anda harus mempersiapkan diri untuk fokus belajar. 

3.       Tentukan tempat belajar
Selain Universitas anda juga harus memperhatikan tempat belajar yang dapat membuat anda bersemangat. Mungkin anda ingin melanjutkan studi di luar negeri agar anda semakin semangat belajar karena menemui suasana yang berbeda, orang-orang yang berbeda, budaya, makanan dan banyak hal yang berbeda. Hal ini tentu membutuhkan persiapan yang matang, anda harus bekerja keras belajar bahasa Inggris persiapan fisik dan mental. Beberapa negara tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar seperti Jepang, Turki dan negara-neagra di Timur Tengah, maka anda harus belajar bahasa negara tujuan.

4.       Bahasa Inggris
Bahasa inggris akan menjadi makanan sehari-hari mahasiswa pascasarjana khusunya rumpun ilmu sosial. Hampir semua diktat berbahasa inggris. Sebelum masuk di beberapa universitas pun, calon mahasiswa diwajibkan mengikuti tes TOEFL, biasanya bersama dengan Tes Potensi Akademik. Untuk studi lanjut ke luar negeri khususnya univeristas-universitas terkemuka di Eropa sering mensyaratkan skor IELTS 7.0, namun kebanyakan universitas rata-rata mensyaratkan skor IELTS 6.5.

5.       Biaya
Anda harus memastikan bahwa dana yang anda miliki cukup, karena biaya kuliah persemester di pascasarjana lebih mahal dibanding sarjana. Saat kuliah biasanya anda akan  ditawari beberapa beasiswa seperti Bakrie Graduate Fellowship atau Tanoto, dan beberapa beasiswa lainnya. Untuk mendapatkannya anda harus bekerja keras karena tidak mudah dan seleksinya ketat. Beasiswa Bakrie biasanya mensyaratkan pengalaman organisasi sedangakan Tanoto mensyaratkan pengalaman kerja. Atau jika anda mendapatkan beasiswa sebelum kuliah mungkin lebih baik. Seperti LPDP atau beasiswa dari luar negeri (Erasmus Mundus, Australia Awards Scholarship, Orange Tulip Scholarship, dll).

6.       Persiapan
Persiapan untuk studi lanjut tidak bisa dilakukan dengan cara instan. IPK S1 berpengaruh pada keberhasilan seleksi pendaftaran S2. Karena setiap kampus pascasarjana memiliki standar IPK minimum S1. Jika anda juga ingin mempercepat studi S2, ada baiknya anda sudah memiliki gambaran tentang penelitian yang akan anda jadikan tesis. Agar waktu anda mengerjakan tesis tidak terlalu lama.

Mendapatkan ilmu plus gelar tentu menyenangkan dan membanggakan. Namun, gelar bukan segalanya, skill dan pengalaman lah yang sangat menentukan keberhasilan anda. Karenanya, studi lanjut memang harus diniatkan untuk sungguh-sungguh mencari ilmu agar dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OPPO F5, Camera Selfie For Travelers (OPPO Selfie Tour with F5)

OPPO F5 Camera Selfie For Travelers Hallo sobat! Cerita tetang HP emang gak ada habisnya. Selalu saja ada teknologi baru yang di...