Sabtu, 20 Januari 2018

Ada Wisata Apa di Ho Chi Minh?




Hellooo guys..

Ini pengalaman gua berkunjung ke kota Ho Chi Minh. Ho Chi Minh adalah salah satu kota di Vietnam, nama Ho Chi Minh sendiri merupakan nama seorang pahlawan. Kalau di Indonesia kita kenal dengan Soekarno, bapak proklamator Indonesia, kalau masyarakat Vietnam kenal banget dengan Ho Chi Minh. Kalau di Indonesia Soekarno tidak dijadikan nama kota berbeda dengan Vietnam yang punya Ho Chi Minh City. Hehe

Kalau banyak yang cerita di blog tentang pengalaman buruk mereka traveling di Vietnam, gua justru sebaliknya. Gua sangat menikmati perjalanan keliling kota Ho Chi Minh bertemu dengan masyarakatnya yang ramah. 

Perjalanan gua sebenarnya merupakan rangkaian acara fun camp di Ho Chi Minh dan Bangkok. Lumayan, sekali berangkat dua negara terlampaui. Namun, kali ini gue akan bahas tour keliling kota ini. Keseluruhan acara fun camp akan gue bahas kemudian.

Di Ho Chi Minh, gue tinggal di sebuah hostel. Lumayan nyaman dan rapih tempatnya, bersebelahan dengan Ho Chi Minh City University of Social Sciences and Humanities. Menurut gue orang Vietnam itu ramah. Untuk pertama kalinya gua makan di sana, di rumah makan sekelas rumah makan padang. Gue dan temen-temen bener-bener dijamu dan diperlakukan dengan sangat baik. Pelayannya sigap dan sangat menghormati tamu apalagi tamu asing. Managernya ramah dan sering tanya apa yang kurang dari masakan mereka dan makanan apa yang kami inginkan setelah ini. Gue dan temen-temen pasti sarapan dan makan malam di sana. Tiga hari kami lalui di Vietnam membuat kami kangen masakan Indonesia. Dan they tried to cook Indonesia food, buat ngilangin rasa kangen kami. Oh...nice... 

Tahun 2012 gua berkunjung ke Saigon (nama provinsi sebelum berganti menjadi kota Ho Chi Minh). Mungkin belum banyak touris berhijab berkunjung ke distrik ini. Can u guess what did happen? Kami menjadi pusat perhatian. Kami berlima wanita berhijab berjalan di pinggiran jalanan kota and most  people looked at us. Hohoho... Kami gak dikira teroris, ekstrimis, dan lain-lain kog, mungkin mereka hanya belum terbiasa melihat wanita berhijab di sana. Kebanyakan dari mereka mengira kami dari Malaysia. Mereka tahu di Malaysia banyak wanita berhijab karenanya mereka mengira kami dari Malaysia. Oh ya, terakhir di sana gua baru tahu kalau ada lorong Malaysia dekat pasar malam. Banyak orang Malaysia berjualan di sini.  Biasa turis-turis datang ke pasar malam ini untuk belanja souvenir. Kami ngobrol dengan Cici atau koko penjual souvenir. Kami beri tahu mereka kalau kami datang dari Indonesia dan mereka interested.

Di Ho Chi Minh rumah makan halal belum terlalu banyak pada saat itu. Gua jadi vegetarian untuk sementara waktu. Beberapa kali sempet nemu resto Arab, itu jadi target tempat makan kami. Tapi kalau gak nemu, yah apapun jadi lah. Kami udah jelasin ke mereka, kalau kami gak bisa makan ‘tht ln’ atau bahasa bulenya ‘pork’ dan apapun yang berhubungan dengan itu. Selain itu, gua juga gak makan daging seperti biasanya. 

Hari pertama tour, kami diajak mengunjungi gereja Saigon Notre Dame Cathedral Basilica. Gereja ini punya gaya arsitektur super kuno. Begitu klaimnya. Tidak hanya dijadikan tempat ibadah tetapi gereja ini juga dijadikan tempat wisata. Banyak turis yang masuk gereja hanya untuk melihat interior bangunan. Sayang, gua gak bisa masuk karena pada saat itu gereja masih digunakan untuk ibadah. 

Saigon Notre Dame Cathedral Basilica

Setelah puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan ke kantor pos Ho Chi Minh. Ada banyak souvenir lucu-lucu yang bisa dibeli di kantor pos ini. 

 

Perjalanan dilanjutkan ke Independent Palace atau dikenal juga dengan nama Reunification Palace. Independent Palace merupakan rumah tempat tinggal presiden Nguyen Van Thieu selama perang Vietnam. Bangunan ini dulu bernama Norodom Palace. Setelah kolonial Prancis mengokupasi 6 provinsi di Vietnam Selatan, bangunan ini digunakan oleh pemerintahan Prancis sebagai kantor dan tempat tinggal. Puluhan tahun kemudian pemerintah kolonial Jepang menjadikannya sebagai markas besar.  Setelah perang Vietnam, bangunan ini berganti nama menjadi Reunification Hall. 

Reunification Hall
Hari kedua tour, kami diajak mengunjungi Chu Chi Tunnels. Yupz, tempat ini menjadi saksi bisu keganasan perang Vietnam. How could Vietnam soldiers safe from U.S booming? Jawabannya, dengan nyumput di tunnel ini. Tunnel atau terowongan berfungsi sebagai jalur pasukan Vietnam, jalur komunikasi, dan jalur suplai makanan dan peralatan perang. Trowongan ini bukan sembarang trowongan lho, saat perang, orang Vietnam makan, tidur, dan membuat strategi perang di sini. Panjang trowongan ini sekitar 250 km. 

Chu Chi Tunnels

Banker ala orang Vietnam

Selain trowongan, mereka juga membuat jebakan-jebakan perang. 

see-saw trap

That was amazing bisa lihat langsung tempat perang Vietnam. Kebayang, bagaimana dulu gentingnya keadaan di Vietnam karena terus menerus diserang Amerika. Pasti banyak korban berjatuhan dari masyarakat sipil yang tidak berdosa. Sekarang tempat ini jadi saksi sejarah perang besar Amerika di Asia. 

Di Chu Chi Tunnel kami disuguhi makanan ala tentara Vietnam, singkong rebus dicocol kacang tumbuk yang dicampur gula. Biasa gua di Indonesia makan singkong rebus pakai sambel terasi, di Vietnam sensasinya lain, lebih, ehm.. Hahaha, lebay gua mah, padahal cuma singkong.

Terakhir, kami diajak wisata religi. Menurut guide, kami akan diajak berkunjung ke tempat salah satu agama baru. Cao Dai Temple adalah pusat kepercayaan Cao Dai. Agama yang menggabungkan tiga ajaran Taoism, Kristen, dan Buddhism, serta beberapa elemen Islam. Hm, really? 

Kalau menurut tulisan di tempat tersebut menyebutnya Three Saint, tiga aliansi antara Tuhan dan Manusia (Moses dan Kristus). Kedua ajaran tersebut memberikan pengaruh besar pada kepercayaan Cao Dai. Menurut gosip yang beredar Islam juga memberi pengaruh pada agama tersebut. But, sorry, I didn’t find anything in that place identified as Islam. Owh?????

Cao Dai Temple


Sebelum pulang kami diajak untuk melihat sebuah industri rumahan yang cukup besar memberdayakan orang-orang difabel. Hasil kerajinannya berupa lukisan, meja, kursi, guci dan lain-lain. Wah, kreatif ya.


Itu tadi cerita wisata di Ho Chi Minh, tertarik untuk mengunjunginya?
Semoga artikel ini bermanfaat.
Bye bye...

10 komentar:

  1. Asik nih baca kisah travelingnya.memang agak repot ya kalo sudah urusan makanan kalo lagi jalan di luar negri.hampir kebanyakan kagak boleh,bukan cuma makanan,permen,coklat saja bbrp minumanpun haram utk muslim.gelatin yg terbuat dari unsur semua hewani tak hanya pork membuat kita harus nahan wisata kuliner di daerah setempat,ngences deh hahaha..ini ala backpackeran atau pakai jasa travel?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb Lela, seringkali temen2 jd ikut repot krn aku memaksa untuk tdk makan daging selain di rumah makan halal. Alhasil mereka jd ikutan nahan lapar demi dpt resto halal. Walaupun akhirnya tetep makan dimanapun krn jarang tempat makan halal. Fiuuhh.. Snack, permen, dsb yg berbahan daging g kubeli. Hehehe. Beberapa org berfikir, liburan macam apa ini, wkwkwk, but i enjoyed it. Banyak hal baru yg amazing yg bisa dipelajari. Waktu itu, sy bareng temen2 student exchange jd volunteer ngajar bahasa Indonesia di Universitas SSH Ho Chi Minh. Ada guidenya. Klw backpacker masih takut sy mb. Jauh soalnya, kecuali di Malaysia or Singapora yg lebih deket.hihihi.. Hayuh mb backpacker ke singapura

      Hapus
  2. mantap juga bisa sampai ke ho chi minh di vietnam. Selama ini hanya tau vietnam dari cerita masa perangnya dulu, ternyata banyak juga tempat wisatanya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas usmar, ayo k ho chi minh belajar banyak tentang sejarah di sana.. :)

      Hapus
  3. Weww! Mendunia travelingnya����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Lumayan mb buar open minded..

      Hapus
  4. Wah, jadi pengen banget ke bungker nya... ngeri gak yah? hehe saya ada bungker di Tarakan saja gak berani masuk... mungkin takut tempat yang sempit-sempit ya.. ah kapan bisa ke Ho Chi Min City.. ya... Indonesia saja belum semua di datangi

    BalasHapus
  5. keren mbak tety travelingnya dah ke luar negeri, aku mah traveling ke yang lokalan aja belum semuanya ke rambah,, tapi semoga next time pengen juga traveling ke luar negeri hehe

    BalasHapus
  6. Keren wisatanya ke lusr negeri. Ternyata Vietnam cukup indah juga buat dinikmati.

    BalasHapus
  7. Serem jebakan perangnya. Meski kadang nonton di film-film, tapi cerita asli perang Vietnamnya pasti lebih wow.

    BalasHapus

OPPO F5, Camera Selfie For Travelers (OPPO Selfie Tour with F5)

OPPO F5 Camera Selfie For Travelers Hallo sobat! Cerita tetang HP emang gak ada habisnya. Selalu saja ada teknologi baru yang di...