Senin, 29 Januari 2018

Kumpulan Puisi Para Jomblo Fi Sabilillah

Ia adalah rinduku
Dimana aku harus menemukanmu
Sosok imam yang akan menemani tahajudku
Mengurai lembut kutbah-kutbah cinta
Yang kan beri damai dalam jiwa
     Rindu tak berarti semu
     Ia akan datang
     Menjawab doaku
     Mengembalikan senyumku
     Dan melengkapi kehidupanku

Ia adalah sabar dan ikhlasku
Jika benar hati terbagi dua
Aku ingin mencari yang setengahnya
Memohon petunjuk-Nya
Agar kubisa temukan
Hadirnya membawa cinta
     Kuterus berusaha
     Langkahku tetap pada Jalan-Nya
     Kuterus bersabar
     Agar sabar dan ikhlasku berbuah pahala

Ia adalah harapanku
Jika cinta berasal dari kekuatan doa
Aku akan berdoa sekut tenaga
Allah beri putunjuk padanya
Agar ia tahu
Aku sedang menunggu kehadirannya
Di dalam mirhab cinta

Ia adalah impianku
Dalam diam kita tak bersua
Keheningan meresap dalam jiwa
Sebenarnya,
Ingin ia kuajak bercerita
Agar sepi
Tak memudarkan manis pada raut wajahnya

Ia adalah doaku
Heningnya malam
Tak mengheningkan doa kita
Tak memudarkan asa kita
Kau dan aku berjuang
Bersama doa
Bersama ikhlas
Waktu yang akan mempertemukan kita
Dalam rangkaian doa dan khitbah

Ia adalah makna
Sabar sejatinya indah
Tapi tak banyak kisah dalam sabar
Hanya untaian kekuatan jiwa
Yang menahan dosa
Mengharap ridho dari-Nya
Karena sejatinya,
Cinta adalah sabar dan ikhlas
Yang tak banyak kata
Tapi mengurai makna

Senin, 22 Januari 2018

Photography dan Review Produk Endes



Di artikel sebelumnya saya sudah cerita alasan-alasan menulis blog. Nah, kali ini saya ingin cerita bagaimana mereview produk dan mempercantik blog agar menarik.

Tanggal 21 Januari 2018, Tapis Blogger mengadakan Gathering dengan tema Menulis Review Produk dan Photography. Pemberi materi pada acara tersebut adalah dua senior Tapis Blogger. Mb Naqyahsyam untuk materi Review Produk dan mas Tri untuk photography, beberapa photo-photo doi bisa dilihat di IG-nya @triyuliawan_. Saya akan sharing beberapa materi yang diberikan oleh kedua pemateri tersebut. Check it out!

Salah satu pekerjaan blogger adalah mereview produk. Sehingga diharapkan blogger tidak lagi kaku dalam menulis review sebuah produk. Review produk merupakan cara blogger memperkenalkan sebuah produk kepada pembaca. Ada dua cara dalam mereview produk yakni hard selling dan soft selling. Review produk dengan cara hard selling seperti halnya cara seller menjual produknya. Dalam hard selling, blogger benar-benar menulis review semua hal yang berkaitan dengan produk tersebut. Beberapa hal yang biasanya ditulis seperti spesifikasi, kekurangan dan kelemahan serta harga. Banyak blogger yang mereview produk dengan cara hard selling khususnya blog-blog gadget. Ada tabloidpulsa.co.id, oketekno.com, yangcanggih.com, dll. 

Sedangkan untuk cara soft selling biasanya digunakan oleh personal blogger. Soft selling ini yang memungkinakan digunakan oleh para blogger seperti kami. Lalu, bagaimana mereview produk menggunakan cara soft selling?


Review Berdasarkan Pengalaman
Blogger mereview produk berdasarkan pengalamannya menggunakan produk tersebut.Oleh karena itu, wajib bagi blogger untuk mencoba terlebih dulu produk yang akan direview.
Ada beberapa blogger yang diminta mereview sebuah produk, namun, setelah menggunakan produk tersebut ternyata tidak cocok. Apakah blogger boleh menolak mereview produk?
Tentu. Blogger boleh menolak mereview produk tertentu karena ketidakcocokan. Nah, di sini blogger harus jujur bercerita tentang pengalaman yang dirasakan selama menggunakan produk tersebut. 


Review Jujur
Tetapi, jangan karena tidak cocok, review yang jujur justru menjatuhkan produk tersebut. Dalam mereview produk tetap ada kode etiknya. Anda harus benar-benar mencari tahu kenapa produk tersebut tidak cocok untuk anda. Misalnya kalau produk kecantikan, mungkin produk tidak cocok di wajah anda karena jenis kulit tidak sesuai dengan kandungan produk kecantikan tersebut, yang seharusnya untuk kulit kering tapi digunakan pada kulit berminyak, pasti bakalan oily banget. Hihihi.. Namun, jika setelah anda cari tahu dan memang produknya tidak sesuai atau bahkan ketika anda minta orang lain memakainnya pun ternyata memang tidak cocok, boleh kog produk tersebut dikembalikan.
Tidak Boleh Membandingkan
Kode etik kedua, tidak boleh mereview produk dengan cara membandingkannya dengan produk lain. Tapi sepertinya ini tidak berlaku untuk gadget. Lho??  Nyatanya banyak blogger menulis duel kamera HP, duel spesifikasi HP, duel prosesor, dan lain sebagainnya. Kalau untuk produk makanan, kecantikan, obat, dll dimana banyak kondisi yang dapat mempengaruhi penggunaan sehingga hasil yang dirasakan pada setiap orang berbeda. Anda tidak boleh membandingkan produk tersebut secara gamblang dan terkesan menjatuhkan salah satu produk. 

That’s all about review produk. Kalau ada yang tertinggal saya akan cerita di episode selanjutnya ya. Berasa main film.

Sekarang kita bahas photography. Hm, jujur agak sulit untuk mereview kegiatan kemarin karena teknis banget, tapi saya akan mencoba sekuat dan semampuku s****g.
Okeh, demi pembaca saya akan mencoba.

Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam pengambilan gambar. 

1.       Pencahayaan
Pengambilan gambar dalam ruangan yang minim cahaya tentu akan sulit. Anda harus cari sumber cahaya, misal lampu atau kalau tidak ada center bisa juga flash pada HP. Coba anda prediksi, ketika pengambilan gambar objek terlihat gelap di kamera, padahal nyatanya anda dapat melihatnya secara langsung objek dengan jelas. Mungkin itu terjadi karena objek membelakangi cahaya atau back light. Sebaiknya anda berpindah tempat untuk mengambil gambar tersebut. Posisi andalah yang harus membelakangi cahaya.
Jika, objek masih terlihat gelap, anda harus mengambil gambar dengan mengangkat tangan anda  sehingga posisi kamera bisa sedikit menukik, dengan begitu cahaya akan terkumpul pada objek. 

2.       Letak Objek
Letak objek tidak harus ditengah, objek bisa diletakkan dipinggir, namun, tetap dengan komposisi yang pas. Anda bisa menggunakan garis bantu pada pengaturan kamera ‘guidelines’. Untuk kamera Vivo anda bisa mengubahnya ke mode ‘profesional’.

objek berada dipinggir
3.       Fokus
Usahakan objek yang akan kita foto terlihat fokus. Jika hanya pada objek tertentu yang akan diabadikan, gunakan auto focus dimana objek akan terlihat jelas sedangkan disekitarnya terlihat buram. 

fokus pada detail tenun

Seringlah melihat hasil foto photographer, anda akan tahu style gambar agar terlihat cantik dan menarik.

Itu tadi semua review materi di Tapis Blogger Gathering 2, mungkin ada yang kurang, lain kali akan saya tambahkan. Semoga bermanfaat.



Sabtu, 20 Januari 2018

Kuy Lanjut Studi!



 
Kuliah S2 sudah menjadi trend saat ini.  Apabila setelah lulus anda ingin studi lanjut, ada baiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:
 
1.       Cita-cita yang relevan
Jika anda memiliki keinginan bekerja sebagai dosen atau psikolog yang mensyaratkan lulusan S2, tentu anda wajib untuk lanjut studi ke jenjang Master. Atau jika berhubungan dengan jabatan karir, kenaikan pangkat, dsb, bolehlah anda studi lanjut. Tapi kalau tidak, coba anda berfikir ulang tentang niatan studi lanjut. Studi lanjut memang tidak masalah jika niatnya 100% untuk belajar.  

2.       Keinginan untuk belajar
Berdasarkan pengalaman, meskipun kuliah S2 lebih singkat dibanding S1, namun pelajaran dan tugasnya jauh lebih rumit. Jika anda ingin studi lanjut, anda harus mempersiapkan diri untuk fokus belajar. 

3.       Tentukan tempat belajar
Selain Universitas anda juga harus memperhatikan tempat belajar yang dapat membuat anda bersemangat. Mungkin anda ingin melanjutkan studi di luar negeri agar anda semakin semangat belajar karena menemui suasana yang berbeda, orang-orang yang berbeda, budaya, makanan dan banyak hal yang berbeda. Hal ini tentu membutuhkan persiapan yang matang, anda harus bekerja keras belajar bahasa Inggris persiapan fisik dan mental. Beberapa negara tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar seperti Jepang, Turki dan negara-neagra di Timur Tengah, maka anda harus belajar bahasa negara tujuan.

4.       Bahasa Inggris
Bahasa inggris akan menjadi makanan sehari-hari mahasiswa pascasarjana khusunya rumpun ilmu sosial. Hampir semua diktat berbahasa inggris. Sebelum masuk di beberapa universitas pun, calon mahasiswa diwajibkan mengikuti tes TOEFL, biasanya bersama dengan Tes Potensi Akademik. Untuk studi lanjut ke luar negeri khususnya univeristas-universitas terkemuka di Eropa sering mensyaratkan skor IELTS 7.0, namun kebanyakan universitas rata-rata mensyaratkan skor IELTS 6.5.

5.       Biaya
Anda harus memastikan bahwa dana yang anda miliki cukup, karena biaya kuliah persemester di pascasarjana lebih mahal dibanding sarjana. Saat kuliah biasanya anda akan  ditawari beberapa beasiswa seperti Bakrie Graduate Fellowship atau Tanoto, dan beberapa beasiswa lainnya. Untuk mendapatkannya anda harus bekerja keras karena tidak mudah dan seleksinya ketat. Beasiswa Bakrie biasanya mensyaratkan pengalaman organisasi sedangakan Tanoto mensyaratkan pengalaman kerja. Atau jika anda mendapatkan beasiswa sebelum kuliah mungkin lebih baik. Seperti LPDP atau beasiswa dari luar negeri (Erasmus Mundus, Australia Awards Scholarship, Orange Tulip Scholarship, dll).

6.       Persiapan
Persiapan untuk studi lanjut tidak bisa dilakukan dengan cara instan. IPK S1 berpengaruh pada keberhasilan seleksi pendaftaran S2. Karena setiap kampus pascasarjana memiliki standar IPK minimum S1. Jika anda juga ingin mempercepat studi S2, ada baiknya anda sudah memiliki gambaran tentang penelitian yang akan anda jadikan tesis. Agar waktu anda mengerjakan tesis tidak terlalu lama.

Mendapatkan ilmu plus gelar tentu menyenangkan dan membanggakan. Namun, gelar bukan segalanya, skill dan pengalaman lah yang sangat menentukan keberhasilan anda. Karenanya, studi lanjut memang harus diniatkan untuk sungguh-sungguh mencari ilmu agar dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Ada Wisata Apa di Ho Chi Minh?




Hellooo guys..

Ini pengalaman gua berkunjung ke kota Ho Chi Minh. Ho Chi Minh adalah salah satu kota di Vietnam, nama Ho Chi Minh sendiri merupakan nama seorang pahlawan. Kalau di Indonesia kita kenal dengan Soekarno, bapak proklamator Indonesia, kalau masyarakat Vietnam kenal banget dengan Ho Chi Minh. Kalau di Indonesia Soekarno tidak dijadikan nama kota berbeda dengan Vietnam yang punya Ho Chi Minh City. Hehe

Kalau banyak yang cerita di blog tentang pengalaman buruk mereka traveling di Vietnam, gua justru sebaliknya. Gua sangat menikmati perjalanan keliling kota Ho Chi Minh bertemu dengan masyarakatnya yang ramah. 

Perjalanan gua sebenarnya merupakan rangkaian acara fun camp di Ho Chi Minh dan Bangkok. Lumayan, sekali berangkat dua negara terlampaui. Namun, kali ini gue akan bahas tour keliling kota ini. Keseluruhan acara fun camp akan gue bahas kemudian.

Di Ho Chi Minh, gue tinggal di sebuah hostel. Lumayan nyaman dan rapih tempatnya, bersebelahan dengan Ho Chi Minh City University of Social Sciences and Humanities. Menurut gue orang Vietnam itu ramah. Untuk pertama kalinya gua makan di sana, di rumah makan sekelas rumah makan padang. Gue dan temen-temen bener-bener dijamu dan diperlakukan dengan sangat baik. Pelayannya sigap dan sangat menghormati tamu apalagi tamu asing. Managernya ramah dan sering tanya apa yang kurang dari masakan mereka dan makanan apa yang kami inginkan setelah ini. Gue dan temen-temen pasti sarapan dan makan malam di sana. Tiga hari kami lalui di Vietnam membuat kami kangen masakan Indonesia. Dan they tried to cook Indonesia food, buat ngilangin rasa kangen kami. Oh...nice... 

Tahun 2012 gua berkunjung ke Saigon (nama provinsi sebelum berganti menjadi kota Ho Chi Minh). Mungkin belum banyak touris berhijab berkunjung ke distrik ini. Can u guess what did happen? Kami menjadi pusat perhatian. Kami berlima wanita berhijab berjalan di pinggiran jalanan kota and most  people looked at us. Hohoho... Kami gak dikira teroris, ekstrimis, dan lain-lain kog, mungkin mereka hanya belum terbiasa melihat wanita berhijab di sana. Kebanyakan dari mereka mengira kami dari Malaysia. Mereka tahu di Malaysia banyak wanita berhijab karenanya mereka mengira kami dari Malaysia. Oh ya, terakhir di sana gua baru tahu kalau ada lorong Malaysia dekat pasar malam. Banyak orang Malaysia berjualan di sini.  Biasa turis-turis datang ke pasar malam ini untuk belanja souvenir. Kami ngobrol dengan Cici atau koko penjual souvenir. Kami beri tahu mereka kalau kami datang dari Indonesia dan mereka interested.

Di Ho Chi Minh rumah makan halal belum terlalu banyak pada saat itu. Gua jadi vegetarian untuk sementara waktu. Beberapa kali sempet nemu resto Arab, itu jadi target tempat makan kami. Tapi kalau gak nemu, yah apapun jadi lah. Kami udah jelasin ke mereka, kalau kami gak bisa makan ‘tht ln’ atau bahasa bulenya ‘pork’ dan apapun yang berhubungan dengan itu. Selain itu, gua juga gak makan daging seperti biasanya. 

Hari pertama tour, kami diajak mengunjungi gereja Saigon Notre Dame Cathedral Basilica. Gereja ini punya gaya arsitektur super kuno. Begitu klaimnya. Tidak hanya dijadikan tempat ibadah tetapi gereja ini juga dijadikan tempat wisata. Banyak turis yang masuk gereja hanya untuk melihat interior bangunan. Sayang, gua gak bisa masuk karena pada saat itu gereja masih digunakan untuk ibadah. 

Saigon Notre Dame Cathedral Basilica

Setelah puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan ke kantor pos Ho Chi Minh. Ada banyak souvenir lucu-lucu yang bisa dibeli di kantor pos ini. 

 

Perjalanan dilanjutkan ke Independent Palace atau dikenal juga dengan nama Reunification Palace. Independent Palace merupakan rumah tempat tinggal presiden Nguyen Van Thieu selama perang Vietnam. Bangunan ini dulu bernama Norodom Palace. Setelah kolonial Prancis mengokupasi 6 provinsi di Vietnam Selatan, bangunan ini digunakan oleh pemerintahan Prancis sebagai kantor dan tempat tinggal. Puluhan tahun kemudian pemerintah kolonial Jepang menjadikannya sebagai markas besar.  Setelah perang Vietnam, bangunan ini berganti nama menjadi Reunification Hall. 

Reunification Hall
Hari kedua tour, kami diajak mengunjungi Chu Chi Tunnels. Yupz, tempat ini menjadi saksi bisu keganasan perang Vietnam. How could Vietnam soldiers safe from U.S booming? Jawabannya, dengan nyumput di tunnel ini. Tunnel atau terowongan berfungsi sebagai jalur pasukan Vietnam, jalur komunikasi, dan jalur suplai makanan dan peralatan perang. Trowongan ini bukan sembarang trowongan lho, saat perang, orang Vietnam makan, tidur, dan membuat strategi perang di sini. Panjang trowongan ini sekitar 250 km. 

Chu Chi Tunnels

Banker ala orang Vietnam

Selain trowongan, mereka juga membuat jebakan-jebakan perang. 

see-saw trap

That was amazing bisa lihat langsung tempat perang Vietnam. Kebayang, bagaimana dulu gentingnya keadaan di Vietnam karena terus menerus diserang Amerika. Pasti banyak korban berjatuhan dari masyarakat sipil yang tidak berdosa. Sekarang tempat ini jadi saksi sejarah perang besar Amerika di Asia. 

Di Chu Chi Tunnel kami disuguhi makanan ala tentara Vietnam, singkong rebus dicocol kacang tumbuk yang dicampur gula. Biasa gua di Indonesia makan singkong rebus pakai sambel terasi, di Vietnam sensasinya lain, lebih, ehm.. Hahaha, lebay gua mah, padahal cuma singkong.

Terakhir, kami diajak wisata religi. Menurut guide, kami akan diajak berkunjung ke tempat salah satu agama baru. Cao Dai Temple adalah pusat kepercayaan Cao Dai. Agama yang menggabungkan tiga ajaran Taoism, Kristen, dan Buddhism, serta beberapa elemen Islam. Hm, really? 

Kalau menurut tulisan di tempat tersebut menyebutnya Three Saint, tiga aliansi antara Tuhan dan Manusia (Moses dan Kristus). Kedua ajaran tersebut memberikan pengaruh besar pada kepercayaan Cao Dai. Menurut gosip yang beredar Islam juga memberi pengaruh pada agama tersebut. But, sorry, I didn’t find anything in that place identified as Islam. Owh?????

Cao Dai Temple


Sebelum pulang kami diajak untuk melihat sebuah industri rumahan yang cukup besar memberdayakan orang-orang difabel. Hasil kerajinannya berupa lukisan, meja, kursi, guci dan lain-lain. Wah, kreatif ya.


Itu tadi cerita wisata di Ho Chi Minh, tertarik untuk mengunjunginya?
Semoga artikel ini bermanfaat.
Bye bye...

Rabu, 17 Januari 2018

Serba Serbi Dosen



Dosen adalah seorang pengajar. Dia adalah guru. Karena bukan mengajar ‘siswa’ tetapi ‘maha-siswa’ namanya bukan ‘guru’ tapi ‘dosen’. 

Dulu saat masih kecil, menjadi guru adalah cita-cita yang diinginkan sebagian besar anak-anak. Bisa dibilang, guru adalah salah satu cita-cita favorit anak-anak selain dokter. Namun, ketika sudah dewasa, profesi ini menjadi kurang diminati. Nyatanya banyak lulusan FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) yang urung menjajaki karir di dunia ke-guru-an. Beberapa lulusana non-keguruan memilih karir sebagai guru (walaupun ini tidak dibenarkan) namun, jumlahnya sangat sedikit.
Dosen adalah pilihan profesi selain guru. Ada beberapa orang yang sejak kecil bercita-cita menjadi guru, lebih memilih berkarir sebagai dosen dibandingkan guru. Berbagai alasan tentunya, mulai dari jam mengajar yang tidak terlalu padat layaknya guru, alasan mahasiswa yang dinilai lebih dewasa sehingga lebih bisa diatur dibandingkan siswa sekolah, alasan gajih, atau karena terjebak setelah lulus dari S2.
 
Sebenarnya, alasan menjadi dosen tidak boleh karena aji mumpung, keterpaksaan, atau ketidakberdayaan. Profesi dosen seperti halnya guru bukanlah profesi sembarangan. Dosen dan guru merupakan role of model bagi generasi bangsa. Profesinya harus disenangi dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.


"Dosen bukan malaikat penghibur, karena kedatangannya tidak pasti dapat menghibur mahasiswa, dosen bukan malaikat pencabut nyawa, sekali gagal ujian mahasiswa akan kehilangan rasa aman, dosen bukan malaikat tanpa sayap, ia hadir untuk mencerdaskan generasi bangsa bukan untuk menghibur, menakut-nakuti atau menghantui"


Ada seorang teman yang berprofesi sebagai dosen. Ia sering bercerita bagaimana mahasiswanya sangat susah dinasehati. Ia bahkan dipandang sebelah mata oleh mahasiswanya. Namun, ia tidak berniat pindah dan alih profesi. Kecakapan, kecerdasan serta koneksinya yang cukup luas tidak lantas membuatnya beralih profesi dan meninggalkan mahasiswanya. Ibarat baju kotor alih-alih ia tinggal dan mencari baju ganti, ia justru mencuci baju tersebut dan memakainya kembali. Ia tetap sadar bahwa ia adalah bagian dari bangsa yang ingin mencerdaskan generasi muda. Dedikasi paling tinggi dari dosen adalah ketika ia tetap bertahan untuk mengupayakan perubahan yang lebih baik.

Suatu saat nanti, saya akan sharing bagaimana pengalaman dan hasil dari keteguhan dan kebijaksanaannya selama ini.

Saya selalu terharu melihat sosok guru atau dosen yang penuh pengorbanan. Teriring doa untuk semua guru dan dosen, semoga kebaikan selalu bersama mereka. Salam hormat dan cinta...

OPPO F5, Camera Selfie For Travelers (OPPO Selfie Tour with F5)

OPPO F5 Camera Selfie For Travelers Hallo sobat! Cerita tetang HP emang gak ada habisnya. Selalu saja ada teknologi baru yang di...