Kamis, 21 Desember 2017

OPPO F5, Camera Selfie For Travelers (OPPO Selfie Tour with F5)


OPPO F5 Camera Selfie For Travelers

Hallo sobat! Cerita tetang HP emang gak ada habisnya. Selalu saja ada teknologi baru yang ditawarkan HP-HP pintar ini. Nah, kali ini saya akan review HP yang lagi happening, yang balihonya ada dimana-mana gambar artis cantik Chelsea Islan, apa lagi kalau bukan  OPPO F5. Saya akan cerita gimana pengalaman saya selama menggunakan HP ini. Sobat yang mungkin akan beli HP baru khususnya HP buat traveling, bisa baca artikel ini sebagai bahan pertimbangan.

Tanggal 19 Desember 2017, saya mengikuti acara "OPPO Selfie Tour with F5" di hotel Novotel, Bandar Lampung. Acara diisi oleh mas Aryo dari OPPO Indonesia, mas Renhard perwakilan yangcanggih.com, mb Melissa Bonauli dari Redaksi detik Travel, dan mas Fahmi dari detikInet.  
Mas Aryo bertugas memaparkan detail perangkat OPPO F5, darinya peserta dan saya khususnya mengetahui berbagai fitur unggulan OPPO F5. Sedangkan, mas Renhard memaparkan review dari segi teknologi dan pengalaman doi menggunakan OPPO F5, begitu juga mb Melissa Bonauli dan mas Fahmi yang ikut membagikan pengalamannya selama tour menggunakan OPPO F5.  


Manurut mas Fahmi pengalaman doi merekam video menggunakan OPPO F5 cukup memuaskan. Gak kalah dengan kamera vlogging pada umumnya. Saat saya lihat hasilnya, kamera memang fokus pada objek, objek tidak terlihat kabur walaupun kamera diajak berputar 360 derajat. Detail wajah mas Fahmi juga terlihat jelas dan tidak buram. Wah, saya jadi ingin segera mencobanya sendiri. Hehe
Oh ya, di acara ini juga ada sesi tanya-jawab, 7 peserta yang antusias dengan pemaparan para narasumber mencoba bertanya, termasuk saya. Dan kami mendapatkan kenang-kenangan goodie bag juga berkesempatan berfoto bersama.


 

Setelah sesi tanya-jawab, kami diberi kesempatan untuk mencoba menggunakan OPPO F5. Saya akan sharing pengalaman saya selama menggunakan HP ini. OPPO F5 dirancang untuk memaksimalkan pengambilan foto saat traveling. Gosipnya, HP ini tidak akan membiarkan satu titikpun gambar yang dihasilkan kabur karena akan menghilangkan moment kekhidmatan traveling. Hihihi, mari kita buktikan saja.
Body dan Design
Saat memegangnya saya merasa OPPO F5 ini cocok untuk dibawa traveling. Karena HP ini ringan dan tipis jadi gak ribet saat dibawa kemana-mana. Walaupun punya layar yang cukup lebar, tapi besar body OPPO F5 ini sebenarnya hampir sama dengan pendahulunya OPPO F3. Dengan panjang 156,5mm dan lebar 76mm, body OPPO F5 dan F3 tidak jauh berbeda. 

Bahannya terbuat dari plastik polikarbonat lebih ringan jika dibandingkan dengan yang terbuat dari metal. Meskipun terbuat dari bahan plastik tetapi body HP gak licin saat digenggam sekalipun tangan basah karena keringat. Jadi gak khawatir jika tiba-tiba dia meluncur sendiri dari gengaman. Tapi anda harus berhati-hati, bahan body plastik polikarbonat biasanya mudah tergores, jadi sebaiknya gunakan hardcase/softcase. Walaupun bodynya terbuat dari plastik tetapi terlihat cukup elegan. Tadinya saya mengira body OPPO F5 terbuat dari metal, tapi gak mungkin seringan ini sih hoho..

 
mudah digenggam dan ringan


Layar 6 inch
Layar dengan lebar  6 inch ini yang paling saya suka. Saya suka membaca berita, jurnal, ataupun power point melalui HP. Dengan layar selebar ini, saya merasa lebih nyaman saat membaca dan menulis artikel. Tulisan saya tidak tertutup saat tombol keyboard keluar dari bawah layar. 

Full Screen Display juga membuat mata lebih lega saat memakai OPPO F5. Ketika wefie dengan layar HP yang lebar saya bisa berfoto dengan banyak orang dengan gambar tetap terlihat jelas di layar.



Wefie menggunakan OPPO F5

Tidak dapat dipungkiri bahwa selfie adalah kegiatan wajib saat traveling. Dengan layar yang lebar, saya puas melihat gambar di layar saat selfie. Begitupun saat malam hari, gambar selfie terlihat begitu detail. 


Saat menggunakan mode beauty di malam hari pixel masih terlihat cukup besar saat di zoom. Tapi kalau menggunakan mode standar, hasil jepretannya tampak tajam dan penuh warna. Pixelnya begitu rapat dan detailnya begitu terlihat. Ketika saya zoom berkali-kali gambar tidak pecah. Yey... Karena layar OPPO F5 memiliki FHD+ dan resolusi sebesar 2160x1080 dengan kerapatan layar 401 ppi. Saya sarankan untuk foto menggunakan mode standar jika ingin mencetak hasil jepretan pada  malam hari.



hasil print out jepretan OPPO F5 zoom 100%



tanpa efek beauty


menggunakan efek beauty
O ya, saat traveling tentu kita membutuhkan HP yang tahan lama tanpa harus ribet berulang kali mengisi baterainya. HP OPPO F5 sendiri memiliki kapasitas baterai sebesar 3200 mAh. Menurut pengalaman mb Melissa Bonaliu, baterai tersebut dapat bertahan hingga 11 jam ketika dibawa traveling seharian.
Kamera dengan A.I. Beauty Technology
Komitmen menjadi Selfie Expert & Leader Handphone dibuktikan OPPO dengan terus membuat inovasi, khususnya pada piranti kamera. OPPO F5 ini dibekali Artificial Intelegent (A.I.) Technology yang bisa mengambil gambar sesuai dengan kondisi sebenarnya, capture the real you. Jadi kalau wajah kita hitam dia tidak akan memaksakannya menjadi putih, hohoho...
Teknologi  A.I. Beauty memungkinkan kamera memprediksi umur, jenis kelamin, tipikal dan warna kulit. Jadi hasil gambar lebih dari dua objek skin tone, whitening, dan buffingnya akan berbeda-beda tergantung umur, jenis kelamin, warna dan tipikal kulit. Bagi cowok yang gak suka selfie karena malu wajahnya terlalau mulus, hehe, di sini aman, wajah anda akan tetap seperti aslinya. Capture seperti apa adanya kamu, gak dikasih pemanis buatan, karena manisnya alami. Hihihi... 

Video juga dibekali teknologi A.I. Beauty



Kamera OPPO F5 benar-benar Full HD, gak salah kalau sobat ingin menggunakan kamera ini sebagai pengganti DSRL saat traveling. Videonnya juga bagus, cocok buat vloging.



hasil print out jepretan OPPO F5 pada malam hari

Hasil cetaknya bagus dan detail serta warnanya yang tajam, tidak akan mengurangi keindahan foto traveling kita. 

 
Facial Unlock
Beberapa HP sudah memakai Facial Unlock, tapi Facial Unlock pada hp ini bener-bener fast respond. Baru saja wajah berada di depan layar, kunci sudah langsung terbuka. Bagi yang suka bercermin di depan layar HP, sebaiknya Face Unlock-nya dinonaktifkan, anda tidak akan bisa bercermin, karena kunci layar akan seketika terbuka begitu dihadapkan ke wajah anda.

Sobat yang suka  game online, HP ini mungkin cocok untuk sobat. OPPO F5 dibekali network protection dimana signal internet akan diprioritaskan untuk game anda saja, tidak untuk yang lainnya, sehingga game lebih stabil. Full Screen Display juga akan membuat permainan lebih menyenangkan.

Oh ya, untuk ibu dan bapak yang memiliki anak, atau kakak yang memiliki adik, OPPO F5 dibekali Kid Space yang aman bagi anak. Kita tidak perlu khawatir jika anak akan menghabiskan pulsa karena Kid Space membatasi pengiriman sms berbayar, membatasi instal dan uninstal aplikasi, serta membatasi penggunaan data. 

HP ini sangat recommended untuk traveling, karena mudah membawanya, hasil kamerannya pun detail dan tajam, bisa langsung upload ke sosmed, sehingga sobat tidak ketinggalan mengabadikan momen terbaik saat traveling. Dan lebih menyenangkan kalau pakai kamera HP, sobat tidak diminta membayar uang lebih saat akan masuk ke tempat wisata dibandingkan sobat membawa kamera DSRL. hehe...


OPPO F5 dibandrol dengan harga yang bervariasi: OPPO F5 Youth RAM 3GB dan ROM 32GB dibandrol dengan harga Rp3.599.000,- (ada warna gold dan hitam), OPPO F5 4GB dan ROM 32GB dengan harga Rp3.999.000,- (warna gold dan hitam) serta OPPO F5 6GB dan ROM 64GB seharga Rp5.199.000,- (warna merah dan hitam). Variatif bukan? 

Oh ya, setelah kami diberikan kesempatan untuk mengguakan OPPO F5, acara dilanjutkan kembali dengan mengundi peserta yang berkesempatan membawa pulang OPPO F5. Hahaha... sayangnya bukan saya yang dapat.

Itu saja, review dari saya tentang OPPO F5. Semoga review ini membantu sobat dalam menentukan pilihan, terimakasih.. sampai jumpa ditulisan berikutnya... bye bye


Minggu, 17 Desember 2017

Kenapa Nulis di Blog?





Keputusan saya untuk bergabung dengan organisasi kepenulisan sudah bulat. Paling tidak saya harus menjaga komitmen agar tujuan untuk membuat karya dapat terwujud. Jika teman-teman mau belajar menulis ataupun yang sudah lihai dalam dunia tulis menulis, ada baiknya teman-teman bergabung dalam komunitas atau organisasi kepenulisan. Agar teman-teman senantiasa istiqamah, karena keberadaan orang-orang  yang memiliki kesamaan nasib, ide dan tujuan di sekitar kita dapat menjadi indpirasi dan motivasi sehingga menjadi mood booster bagi diri kita pribadi.

Saya yang ingin sekali bisa menulis dan menghasilkan karya memilih FLP (Forum Lingkar Pena) sebagai wadah curhatan, kebimbangan, dan mencari inspirasi atau sekedar cari pegangan agar tidak goyang. Alasan kenapa saya memilih FLP dapat  dibaca di 4 Alasan Gabung FLP.

Nah, karena saya sudah berkomitmen, maka saya harus memaksa diri untuk bergerak serta menghindari rasa malas dan kesenangan sesaat. O iya, selain bisa jadi mood booster, FLP juga menyediakan banyak informasi yang sangat bermanfaat. Informasi tersebut diharapkan dapat mengupgrade kemampuan menulis anggotanya. Dari FLP saya mengetahui ada latihan kepenulisan blog dengan tema "Menjadikan Ngeblog Sebagai Hobi, Profesi dan Ruang Berbagi" yang diadakan Tapis Blogger. Acara diadakan pada hari Ahad, 17 Desember 2017 di Secreat Garden, Jl. ZA Pagar Alam, Gedong Meneng, Rajabasa. Acara diisi oleh Naqqiyah Syam (Penulis, blogger SMART MOM), Heni Puspita (Tapis Blogger), dan Agustinus Leantoro (blogger senior).

Kenapa nulis di blog?

Menulis di blog memberikan kita banyak kemudahan pertama 
artikel atau tulisan kita bisa publish secara gratis
Bagi penulis pemula, menerbitkan buku tentu bukan hal yang mudah selain harus cari tahu siapa penerbit yang mau diajak bekerjasama, penulis juga harus membayar sejumlah uang agar buku tersebut dapat diterbitkan. Di blog, kita hanya perlu memosting tulisan kita dan masyarakat di seluruh dunia dapat membacanya, hehe. Mudah bukan? Kedua, dari blog yang tidak berbayar alias  gratis, 
kita bisa mendapatkan uang
Uang bisa didapat dari iklan ataupun tender yang ingin mengajak kerjasama. Syaratnya kita harus aktif menulis dan otak-atik blog, jangan biarkan blog kita berantakan, kusam dan tidak terawat. Semakin banyak pengunjung semakin banyak juga kesempatan mendapatkan tender. Tapi tema tulisan kita juga harus relevan dengan pemberi tender yang ingin mengajak kerjasama, misalnya tema tentang gaget ataupun kuliner yang saat ini sedang hitz.  Ketiga
menjadi manusia bermanfaat di jaman digital
Jaman yang serba online harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Berbagi dan bermanfaat bagi orang lain tidak lagi sebatas hand to hand atau real tetapi juga dapat dilakukan secara online dalam dunia maya. Ngeblog ini salah satunya. Siapa tahu, tulisanmu bisa jadi sumber inspirasi dan motivasi bagi pembaca kan. Tetapi kalau belum, paling tidak  sudah ada niat yang baik dari dalam diri, semoga Allah swt mencatatnya sebagai amal kebaikan.

Ada beberapa modal yang dibutuhkan untuk menjadi penulis blog atau blogger.

1.       Jangan pernah lelah menulis
Membuat blog sangatlah mudah, masuk ke website www.blogger.com teman-teman sudah bisa membuat blog. Tinggal disesuaikan tema dan tata letaknya. Tetapi, konsisten menulis itu gak mudah. Ada baiknya tulisan dalam blog disesuaikan dengan passion teman-teman. Kalau teman-teman suka belajar, bisa menuliskan materi pelajaran dalam blog, atau kalau teman-teman memiliki hobi kuliner, traveling, musik, tari, design, lukisan, bisa menuliskan dan mempostingnya di dalam blog. Cari tahu informasi apa yang dibutuhkan masyarakat terkait hobi yang teman-teman geluti. Mudah-mudahan banyak yang tertarik untuk membaca blog teman-teman semua. 

2.       Aktif dalam komunitas blogger
Seperti yang sudah saya sampaikan di awal. Komunitas atau organisasi kepenulisan dapat menjaga dan membangkitkan mood karena ada proses berbagi. Dari mereka untuk kita, dan mungkin saja sebaliknya. Jika ada kendala atau masalah kita bisa bertanya apa solusinya, dan kita juga tidak boleh pelit ilmu, jika ada yang bertanya kita juga bisa memberikan solusi, siapa tahu bisa menginspirasi, yeyy.. 

3.       Aktif dalam event blogger
Banyak acara baik yang diadakan oleh blogger maupun dari pihak lain dimana blogger jadi tamu undangannya. Acara yang diadakan blogger sendiri seperti yang saya ikuti, Tapis Blogger Gathering. Namun, tidak jarang pihak ketiga mengundang para blogger untuk jadi peliput dalam acaranya. Jika terkadang kita bingung mau nulis apa di blog, acara tersebut tentu bisa menjadi konten tulisan dalam blog kita. Kita juga bisa sharing dengan teman-teman blog yang lain. Sebenarnya, event apapun bisa kita ikuti karena semua event dapat menjadi tulisan sehingga blog kita semakin aktif. Sudah menjadi kewajiban, para blogger haruslah orang-orang yang aktif dan dinamis. Jika ingin jadi penulis blog segera sibukkan dirimu dari sekarang.

Sebenarnya saya ingin menulis materi yang saya dapatkan di acara Tapis Blogger Gathering. Tapi sayang, catatan saya tertinggal di meja acara. Saya tidak tahu kenapa saya meninggalkan catatan itu begitu saja. Mungkin saya lupa. Hiks. 

Itu tadi sedikit cerita kenapa saya ingin menulis di blog. Semoga bermanfaat. Terimakasih sudah membaca... sampai jumpa.Bye bye...

Selasa, 12 Desember 2017

4 Alasan Gabung FLP


Tidak butuh waktu lama bagiku untuk memutuskan gabung dengan FLP atau tidak. Karena, setidaknya aku sudah tahu reputasi dan kredibilitas FLP dalam mencetak kader-kader penulis ternama. Seperti Helvi Tiana Rosa, Asmanadia, Habiburahman El Sirazy, Gola Gong dan sederet penulis ternama lainnya. Usiaku tidak begitu muda saat aku memutuskan untuk ikut latihan kepenulisan FLP. Umur 25 tahun tentu jauh berbeda dibandingkan dengan umur siswa-siswa SMP yang pada saat itu juga mengikuti pelatihan yang sama. Tapi bagiku, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dan yang paling penting, dengan bergabung dengan FLP, aku bisa menjadi penulis produktif, mengikuti jejak-jejak penulis ternama lainnya. So, aku mau berbagi pengalamanku selama ikut latihan kepenulisan FLP.

4 hal ini bisa bikin kamu pengen jadi anggota FLP

1. Egaliter
Tidak seperti organisasi pada umumnya, FLP tidak mengenal senioritas. Siapapun anggota FLP baik anggota baru maupun lama dapat saling akrab seperti saudara. Di FLP, tidak akan ditemukan perpeloncoan dan pelecehan, apalagi memandang sebelah mata para peserta. Semua karya dihargai dan terus didukung untuk menjadi karya yang lebih baik lagi. Ini sesuai dengan tiga pilar FLP yaitu keislaman, kepenulisan dan keorganisasian yang semuanya bersinergi satu sama lain.

2. Batu Akik
Untuk menjadi penulis produktif, setidaknya penulis pemula  harus melakukan tiga hal yaitu Bacaa, Tulis, Aktif, dan Kirim, yang disingkat mb Fitri Restiani sebagai BaTu AkIk. Sebagai seorang penulis, membaca adalah kegiatan wajib. Dengan membaca penulis akan kaya dengan kosa kata dan diksi. Hal ini membuat tulisan terasa lebih indah dan menarik. Tidak cukup disitu saja. Kalau sudah bisa menulis karya tapi tidak aktif alias tidak konsisten alias mood-moodan untuk menulis, tentu belum bisa dikatagorikan sebagai penulis produktif.
Aku bergabung dengan FLP bukan berarti aku tidak bisa menulis. Sejak SMA aku sudah aktif menulis di buletin sekolah. Aku pernah berkontribusi dalam kepenulisan cerpen antologi. Aku juga menulis dibeberapa blog, seperti dakwatuna, kompasiana, dan blog pribadi. Lalu untuk apa aku bergabung dengan FLP? 

Kelemahanku ada pada konsistensi menulis. Aku tidak pernah bisa membuat buku, padahal ada lebih dari lima karyaku yang hampir jadi. Tapi tidak pernah sungguh-sungguh jadi dan bisa diterbitkan. Aku selalu kehilangan mood untuk menyelesaikan tulisan. Kalaupun ada, aku akan menulis topik baru, karena terkadang jemu dengan topik sebelumnya. Kalau tidak ada mood, tulisan itu akan dibiarkan begitu saja tanpa ada endingnya. 

Mood dan konsistensi menulis bisa ditemukan di komunitas. Komunitas yang akan menjaga mood kita tetap stabil. Komunitas jugalah yang akan menjaga semangat menulis kita yang kalau sendiri up and down. Selain itu, kita juga butuh jaringan untuk bisa menerbitkan atau mengirim karya-karya kita. Dengan bergabung dengan FLP berarti kita sedang membuat jaringan ke berbagai penerbit yang kita harapkan suatu saat dapat menerbitkan karya-karya tersebut.

3. Foto
Foto adalah singkatan dari fokus, teliti, dan obejektiv. Lagi-lagi singkatan ini aku dapatkan dari mb Fitri Restiani. Beliau merupakan salah satu pemateri di Latihan Kepenulisan yang sudah menerbitkan puluhan buku. Beliau adalah bloger dan termasuk penulis produktif. 

Pada latihan kepenulisan FLP, peserta digiring untuk menemukan bakat menulisnya. Ada cerita lucu yang kualami saat latihan kepenulisan FLP. Saat SMA aku termasuk orang yang puitis. Namun, di awal kuliah tahun 2010, saat itu sedang marak-maraknya kata ‘alay/lebay’. Teman-temanku sering menyebutku alay dan lebay karena kata-kataku yang puitis dan terkesan hiperbola. Semenjak saat itu aku mulai mengurangi bacaan-bacaan sastra. Aku mulai suka bacaan-bacaan non fiksi yang terkesan tegas dan lugas dalam pemilihan katanya. Buku yang saat itu aku sangat suka adalah buku dengan judul “Jangan Sadarin Cewek”. Buku yang benar-benar ceplas-ceplos dan blak-blakan. Ditambah bacaan buku-buku pergerakan yang membuatku semakin kehilangan selera terhadap kata-kata puitis. 

Di latihan kepenulisan FLP, semua tulisan wajib dicoba oleh peserta. Agar peserta tahu dimana bakatnya. Akupun mencoba menulis puisi. Sayangnya, aku tidak ingat lagi dengan kata-kata puitis. Puisi yang kubuat pada hari itu juga, mendapat kecaman yang tidak menyenangkan. Hoho, tidak separah itu sih. Hanya, pemateri mas Angga Adhitya harus berkomentar panjang lebar tetang puisiku dan peserta lain. Ini bukan passionku gumahku dalam hati. Walau begitu, aku jadi ingat kembali tentang puisi-puisiku yang dulu. Dan setelah materi itu, aku jadi tahu dimana letak kesalahan-kesalahan puisi yang dulu aku buat. Sedikit berbagi info, sebenarnya, ada kata pamungkas dari mas Angga Adhitya, “bisa berpuisi jika sering membaca puisi”. Ini adalah pesan yang wajib diingat baik-baik.


4. Murah
Dimana lagi bisa mendapatkan pelatihan menulis dari pemateri hebat dengan biaya murah dan gratis latihan kepenulisan seumur hidup bareng komunitas FLP. Cuma di FLP.

Pada akhirnya, setelah latihan kepenulisan tersebut, aku ingin segera menulis dan menerbitkan suatu karya. Banyak ide yang bermunculan bersama semangatku yang masih menggebu. Tapi dengan kesibukanku sebagai dosen yang seminggu lagi jurusan tempatku mengajar akan mengadakan akreditasi. Hambatan seakan ada di depan mata. Oh, tapi aku tak perlu risau. Karena sekarang aku sudah memiliki komunitas yang akan menjaga semangat dan konsistensiku dalam menulis. Dia lah Forum Lingkar Pena wilayah Lampung. Aku berharap tulisanku bisa menjadi ladang amal bagiku.

Itu tadi cerita pengalamanku tentang latihan kepenulisan FLP. Semoga bisa membatumu untuk menentukan pilihan. Sampai jumpa lagi. Bye...bye...

OPPO F5, Camera Selfie For Travelers (OPPO Selfie Tour with F5)

OPPO F5 Camera Selfie For Travelers Hallo sobat! Cerita tetang HP emang gak ada habisnya. Selalu saja ada teknologi baru yang di...